Gerimis Hati Asyikin

Gerimis Hati Asyikin

TV3@ 2016

TV3@ 2016
#gerimishatiasyikin #alhidayahproductions #tv3

Bila Ajal Menanti

Bila Ajal Menanti
#bilaajalmenanti #tsarasiasdnbhd #tvalhijrah #2015

بسم الله الرحمن الرحيم

Junjungan Baginda Rasulullah SAW bersabda :

" La takhaf wa la tahzan, innallaha ma'anaa."

- Don't be afraid and don't be sad, indeed Allah is always being with you.-

*... ASTAGHFIRULLAHAL ADZIM ALLADZILA ILAHA ILAHUWAL HAYYUL QAYYUMU WA ATUßU ILAIH...*

AL WAHID

"so remember me, I will remember you. And be grateful to me and do not deny me."

(Al Bakarah 2:152)

Al Fatihah

"Telah ku sediakan hamparan doa,pautan wasiat,selaut rindu dan cinta seluas langit biru buat kalian. Andai daku dijemput dulu, sudilah kiranya di sedekahkan surah Al Fatihah buatku. Itu saja hadiah yang ku mahu. Kerana ku tahu, amalan yang ada padaku tidak cukup walaupun pada sujud doa malam-malamku. Ya Labbaika, kasihanilah insan-insan yang mengasihani aku."

JANJI ADAM di DRAMA FESTIVAL KL 2014

JANJI ADAM di DRAMA FESTIVAL KL 2014
Drama Festival KL 2014

JANJI ADAM

JANJI ADAM
#tv3 #azalea #2013 #20ep

JANJI ADAM PROMO

Sunday, October 15, 2017

Disaat ini ...

Retak menanti belah.


24 Muharram 1439H
2nd30th



Photo credit : Google

Friday, October 13, 2017

Puisi Senja Jingga

Bicara si dermaga dipinggir laut mati
saban hari menunggu kepulangan ombak biru
menunggu sambil menanti
persis tiada akhirnya pada penantian ini
untuk singgah dipersisiran pantai walaupun hanya seketika cuma
namun permintaan itu laksana mengharapkan pada ketentuannya tiada


Kalau benar itu cinta
sanggupku
ikut dikau sehingga ke hujung dunia
Kalau benar itu cinta
sanggupku
tunggu dikau sehingga ke hujung nyawa

Kesetiaanku .. dengan izin NYA

Si dermaga berbicara kuasa nya Tuhan
apakah ombak biru bisa mengerti
takdir itu milik ILAHI
apa jua yang berlaku menepati janji
bukan hak ombak dan dermaga untuk merealisasi
mengertilah duhai ombak
yang sedang bergelora dilautan biru
didada mu, laut mati tidak bererti
jiwamu turut mati
terimalah seadanya pada apa jua seadanya pada duniawi

Dermaga tetap disini
berlabuh tika puisi senja jingga melara

22 Muharram 1439H


Credit Photo : Google

Diam Dalam Masa

Diam aku dalam masa
jika dikau terluka kerna leka
jika kau kecewa kerna terlupa
usah gusar
aku akan merawatmu
melalui masa

Diam aku dalam masa
aku akan sambut jiwamu dan hati
sebelum ia gugur ke bumi
aku tidak akan biarkan dikau
sesaat dilanda sengsara
segenap riwayatmu
walau tika aku diam dalam masa
menunggumu sehingga ke hujung nyawa

22 Muharram 1439 H

Credit photo : Google
 

Tuesday, October 10, 2017

She say ...

Its gonna be kayy ...

That's her most used phrase 'kayy' short for 'Okay'. She likes to used kayy because she wants whom ever reads it feels good inside. She meant no harm nor she wants anyone to worry about little-little things in life. She said little-little things like patty things are not meant to be worried about. Let it pass through and forget about it. Simply because there are more than that to think about. 

Many times, she would replied kayy. And as times goes by, I began to take it for granted that everything is okay for her. She would reply kayy even though shes in trouble or while shes facing trouble. She wouldn't tell neither would she wanna share. She kept on smiling in her write-up. Very obvious her poems were happy and free but, try to read in between the lines it is so defined. 

She is broken inside. She never said that. But her kayy tells it all. 

She say ...
everything is kayy
even while she write - as we speak

Foot Note :: This is just writer's practicing typing trying to maintain the speed limit. Written above are just for reading pleasure. 

Photo Credit : Ngajad

Liku Dalam Liku

Aku menerima ketentuan ini ...

Tika
Aku

Berbincang Dengan Langit

Tiba-tiba
Ku sedari
Pada

Bayang-bayang Yang Hilang

Lenyap
Namun

Demi Satu Kerinduan

Akan
Aku terus menantikan

Semua ini akan berlalu
cukup waktu
semua dengan izin MU

19 Muharram 1439H
**


Photo Credit : Google

Monday, October 9, 2017

Jangan Bersedih Duhai Kemboja Merah

Biarlah apa jua bicara langit biru
biarlah apa jua jeritan petir
disaat mendung mengaburi pendirianmu
usah dikau khuatir

Sebentar lagi akan hadir titisan hujan
membasahi ruang dukamu
habisnya segala penghinaan
pasti dikau akan ikut setuju

Bukanhkah Kemboja Merah
laksana sibintang kejora
tetap mekar, tetap berarah
walau dijentik segenap lara

Bukankah Kemboja Merah
sudah jelas lagi nyata
tiada duka akan kekal selamanya

Akhir kuntuman kelopak kemboja
akan gugur ke bumi
suatu hari nanti
bukankah Kemboja Merah sudah ikhlas menunggu mati?

18 Muharram 1439 H


Credit Photo : @minimalist.my


Time After Time

Nah, ambil ni balutan kesabaranku
balutlah luka dihatimu

Diam saja disisiku
agar dikau
tenang selalu
dalam doa-doa rinduku
padamu

I see your true colors
its beautiful like the (rwain) bow !

18 Muharram 1439H



Credit Photo : @minimalist.my